Toba Super Volcano

Posted: 16th August 2010 by DM TEAM in kn0wledge, mistEry, natuRe, rEnungan, wOrld


Iseng-iseng browsing ga taunya ngarah ke sebuah forum yang menarik dimana disitu ada info mengenai peran kekayaan alam indonesia dalam sejarah kehidupan manusia didunia. Topic yang dibahas adalah mengenai letusan gunung berapi di Indonesia ini, dimana ternyata Indonesia yang menurut ahli geologi pernah memiliki kejadian luar biasa yaitu letusan maha dasyat dari “toba supervolcano”. Begitu hebatnya letusannya bahkan para ahli bisa menyimpulkan bahwa saat itu peradaban manusia dibumi hampir punah dikarenakannya. Bahkan beberapa ahli menyatakan bahwa letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini dalam kurun waktu 10juta tahun dan ini terjadi 73.000 -75.000 tahun yang lalu.

Letusan ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang telah dialami di bumi sejak masa dimana manusia bisa berjalan tegak. Dibandingkan dengan SuperVolcano Toba, bahkan krakatau yang menyebabkan sepuluh ribu korban jiwa pada 1883 ataupun tambora pada tahun 1815 yang konon sampai mengakibatkan atmosfir bumi berlubang hanyalah sebuah sendawa kecil. Padahal krakatau memiliki daya ledak setara dengan 150 megaton TNT. Sebagai perbandingan: ledakan Bom Nuklir hiroshima hanya memiliki daya ledak 0,015 megaton, dan secara hitungan kasar maka daya musnahnya 10.000 kali lebih lemah dibanding krakatau.Seperti yang telah diketahui oleh para ilmuwan, suprvolcano toba hampir memusnahkan umat manusia 73.000-75.000 tahun yang lalu. Saat itu manusia neanderthal menghuni bumi kita bersamaan dengan homo sapiens di eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di asia.

Toba, dengan diameter 90 kilometer di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Sumatera, meletus dengan sangat dahsyat. Bersamaan dengan gelombang besar tsunami, ada 2.800 kilometer kubik abu yang dikeluarkan, yang menyebar ke seluruh atmosfir bumi kita. Yang mungkin telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5000 sampai 10.000 manusia saja. Kenapa toba termasuk kategori Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer.

Bukti bahwa ledakan toba supervolcano sangat dahsyat diungkapkan oleh Ahli Geologi berkebangsaan Belanda, Reinout Willem van Bemmelen (1904-1983) adalah orang pertama yang melaporkan adanya lapisan ignimbrite di sekitar danau Toba dan menyatakan danau Toba adalah sebuah kaldera sangat besar dari gunung berapi yang telah meletus. Ignimbrite adalah lapisan batuan vulkanik yang terbentuk dari debu vulkanis dan material lain yang dikeluarkan oleh gunung berapi saat meletus dan umumnya mengandung senyawa feldspar-kuarsa. Van Bemmelen menguraikan hasil observasi yang telah dilakukan dalam bukunya yang terkenal , Geology of Indonesia pada tahun 1949. Hasil penelitian pada tahun-tahun berikutnya semakin memperjelas “kecurigaan” para ahli Geologi tentang adanya suatu gunung berapi yang besar, tepat di posisi danau Toba saat ini berada. Dari pengambilan sampel sedimen yang dilakukan di dasar perairan Teluk Benggala, Ninkovich et al. (1979), menemukan rhyolite, endapan material sangat halus yang komposisinya menyerupai granit dan berasal dari letusan gunung berapi. Van Bemmelen (1949) dan Stauffer et al. (1980), juga menemukan endapan serupa di berbagai lokasi di Malaysia. Sedangkan Williams dan Royce (1982), melaporkan adanya endapan rhyolite di India yang seumur dengan penemuan van Bemmelen dan Ninkovich. begitu juga dengan penelitian John Westgate seorang ‘volcano detective’ atau pakar volcano, yang secara tidak sengaja menemukan partikel debu hasil letusan gunung yang “tidak biasa” di Iceland dan melalui penelitian disimpulkan bahwa partikel debu itu berusia 73.000 tahun. John Westgate mencoba mencari sumber debu yg dikirim ke lab-nya, datang dari letusan volcano mana debu tersebut ?. Westgate pun mengunjungi G.Pinatubo (Philippines) untuk mengambil sample debu volcano tsb, hasilnya partikel yg ada dalam debu Pinatubo tidak sama dgn debu yang sedang ia teliti. Sampai pada akhirnya geologis Craig Chesner yang sedang meneliti tentang Danau Toba, ia berpendapat bahwa danau toba ialah ‘unordinary lake atau danau yang tidak biasa’ yang menyimpan misteri besar. Sampailah pada Craig yg mengirimkan contoh batuan/debu yg ia ambil dari sekitar danau toba kepada Westgate. Lalu Westgate menemukan persamaan partikel dari kedua sample yg sedang ia teliti. Singkatnya,dari semua misteri penelitian mereka, mereka mendapat jawaban bahwa partikel sedimen Rampino dan debu volcano Westgate mengacu kepada satu sumber yaitu erupsi dari Supervolcano Toba yang meletus 73.000 tahun yang lalu.

Dari luas daerah sebaran, ketebalan endapan, dan analisis terhadap senyawa rhyolite yang ditemukan di berbagai lokasi, para ahli Geologi berusaha merekonstruksi dan memperkirakan seberapa besar kekuatan letusan gunung berapi di Sumatera Utara yag terjadi sekitar 73.000-74.000 tahun yang lalu. Hasilnya sangat mengejutkan, karena menunjukkan bahwa gunung berapi yang pernah ada di danau Toba bukanlah gunung berapi biasa seperti yang diperkirakan sebelumnya, melainkan sebuah gunung berapi raksasa atau supervolcano. Gunung Toba diperkirakan meletus selama 9-14 hari (Ledbetter dan Sparks, 1979), memuntahkan material vulkanik sebesar 2800 km kubik, 800 km kubik diantaranya dalam bentuk debu vulkanik beracun karena memiliki kandungan belerang yang tinggi (Rose dan Chesner, 1987). Debu dan sebagian material vulkanis ini terbang menembus lapisan atmosfir bumi setinggi 27-37 km (Woods dan Wohletz. 1991). Debu vulkanik di atmosfir menyebar ke seluruh penjuru dunia, menghalangi masuknya cahaya matahari, menyebabkan sebagian besar permukaan bumi berada dalam kondisi “remang-remang” hingga nyaris 10 tahun lamanya. Beberapa daerah di sekitar gunung menjadi gelap gulita selama berbulan-bulan. Selain itu belerang (Sulfur) yang terkandung dalam debu vulkanik berikatan dengan uap air di udara membentuk asam sulfat dan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan asam. Akumulasi debu vulkanik yang menutupi permukaan daun, redupnya cahaya dan hujan asam menyebabkan tumbuhan dan hewan di sekitar daerah letusan menjadi sangat merana. Akibatnya, sebagian besar hutan di Sumatera utara musnah karena tidak mampu berfotosintesis lagi. Jones (2007), melaporkan bahwa debu vulkanik gunung Toba menyelubungi seluruh daratan anak benua India setebal 15 cm hingga menyebabkan kerusakan hutan yang parah di wilayah tersebut. Endapan debu vulkanik ini juga ditemukan di Teluk Persia, Samudera India hingga Laut China Selatan. Meletusnya gunung Toba, tidak saja mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dalam skala global, tetapi juga menyebabkan perubahan ekosistem di bumi. Debu vulkanik yang dilepaskan saat gunung meletus, selain menghalangi cahaya matahari, juga mencemari sumber air tawar, menyebabkan hilangnya padang rumput, semak belukar dan hutan belantara. Rusaknya habitat menyebabkan hilangnya tempat bernaung dan mencari makan bagi sebagian besar spesies makhluk hidup. Akumulasi dari peristiwa tersebut menyebabkan kepunahan massal bagi sebagian besar spesies makhluk hidup, tidak terkecuali pada manusia.

Dan Dari 60 hingga 70 gunung berapi yang dapat ditemuai di area tersebut (Indonesia) sekarang, beberapa diantaranya menjadi aktif kembali dalam beberapa bulan maupun beberapa minggu setelah gempa di dasar laut pada bulan Desember 2004. Walaupun Toba sampai saat ini masih tertidur jauh dan aman dibawah sebuah laut besar yang menyandang nama sama di Sumatera Utara, banyak orang yang takut apabila suatu saat Gunung Berapi aktif di Talang yang berada 300 kilometer di selatan Toba meletus, bisa membangunkan Raksasa yang tertidur. Vulkanologis Prof. Ray Cas mengatakan ‘Hal itu mungkin saja terjadi, tapi bila Toba siap untuk meletus dan kejadian diatas bukanlah satu-satunya indikasi akan kejadian tersebut.” Wadaw.. ngeriiii.. ternyata dibalik keindahan alam yang luar biasa ternyata danau toba menyimpan rahasia besar yang sangat mengerikan apabila terjadi. Sebagai bahan referensi imajinasi letusan Toba bisa dilihat di film yang berjudul 2012, dimana ada adegan meletusnya Yellowstone yang merupakan supervolcano lain yang ada di amrik sana.

referensi :

- http://dody94.wordpress.com/
- http://misterydunia.blogspot.com/