Matematika Tuhan

Posted: 24th August 2010 by DM TEAM in aMazing, rELigi, rEnungan


Melihat judulnya pasti banyak yang bertanya apa maksudnya, baiklah akan aku coba jelaskan lebih detail dalam tulisan ini. mungkin dari kita semua pasti pernah mengalami dan merasakan hasil dari “rumus” matematika ini, tapi mungkin anda tidak atau kurang menyadarinya (seperti saya, cuma saya masih sedikit menyadarinya, buktinya saya bisa menulis artikel ini :P ). Dan menurut saya rumus ini sangat susah untuk dimasukkan akal.

baiklah, Sebelumnya saya ingin menceritakan sedikit pengalaman pribadi saya. Dulu ketika saya masih bujang, saya merasakan gaji berapapun yang saya dapat selalu pas atau bahkan habis sebelum gajian bulan berikutnya!!. Nah.. beberapa tahun kemudian setelah saya menikah hingga sekarang saya dikaruniai (masih) satu orang putri, saya merasakan ada yang sedikit janggal dalam kehidupan saya. kejanggalan itu adalah rumus perekonomian saya yang ga masuk akal, dimana saya yang selama beberapa tahun bekerja mulai masih bujang sampai saya berkeluarga. Gaji saya memang menalami kenaikan, tapi tentunya ga sampai berlipat-lipat ganda. Lebih detail kejanggalan ini adalah begini :
- Saat saya masih bujang, saya menerima gaji/pendapatan 1 juta/bulan (anggaplah gaji saya segitu), dan selalu pas atau habis, jadi saya asumsikan kebutuhan saya dalam satu bulan sebesar itu.
- Saat saya udah berkeluarga (3 orang dengan Istri dan Anak) anggap kenaikan gaji saya 50% jadi kalo dirupiahkan adalah 1,5 juta.
kalo masih bujang kebutuhan saya dalam 1 bulan adalah 1juta, maka harusnya dengan 3 orang yang ada dalam keluarga saya, maka kebutuhannya (diasumsikan per orang sama) adalah 1juta x 3 = 3 juta, berarti gaji saya hanya bisa memenuhi separuh dari total pengeluaran selama 1 bulan untuk 1 keluarga ( 3 orang ), padahal dengan pendapatan yang diasumsikan hanya bisa memenuhi separuh asumsi perhitungan kebutuhan diatas, saya bahkan masih bisa menabung !!! keren dan aneh kan ??. Jangankan untuk menabung, untuk memenuhi asumsi kebutuhan aja ga cukup. Nah..darimana saya mendapatkan sisa untuk memenuhi kebutuhan yang mencapai 50% dan juga yang bisa saya tabung ?? padahal saya juga ga korupsi (karena memang ga ada yang bisa dikorupsi..hehehe). Jawabannya adalah “Itulah Perhitungan / Matematika Tuhan !!”, atau kalo mungkin dirumuskan dengan istilah matematika manusia seperti ini :

X = Y
dimana X = Kebutuhan dan Y = Pendapatan (mungkin lebih cocoknya saya sebut “Rezeki dari tuhan”)

Dan ada satu lagi kisah dari seorang teman. Dia sudah lama ingin memiliki sebuah Motor, tapi karena pendapatannya hanya cukup buat membiayai hidup keluarganya, keinginan itu hanya bisa ditahan sambil berusaha menabung. pada suatu hari dia mendapatkan musibah dimana dia menghilangkan Motor keluarganya, dan harus menggantinya. DAN DIA BISA MENGGANTINYA !! (ga tau caranya gimana, dia dapat uang darimana untuk menggantinya, mungkin hutang atau yang lainnya tapi buktinya sampe sekarang dia bisa mnjalani hidupnya seperti biasa) tapi Motor itu bisa dia beli untuk menggantikan Motor yang dia hilangkan. dan beberapa kalimat yang keluar darinya hanya “Sudah lama ingin beli motor ga bisa-bisa tapi ketika kena musibah gini, kok jadi bisa beli motor yah??”

Jadi setelah melihat itu semua, saya bisa menyimpulkan beberapa hal :
1. Tuhan sayang terhadap hambanya, dimana TUHAN memberi kita rezeki dengan caraNYA dan kadang kita ga menyadarinya. Dan rezeki dari Tuhan tidak pernah habis.

2. Sifat dasar manusia ternyata bukan hanya “Selalu Kurang”, tetapi juga “Survive (bertahan hidup)” . Mungkin kita pernah mendengar istilah “Diberi 1000 habis diberi 10 cukup”. Jadi saat kita hanya diberi 100, sifat dasar kita untuk “survive” akan lebih menonjol dari sifat dasar yang lainnya, sehingga mau ga mau kita harus bisa mengelola 100 itu untuk mencukupi semua kebutuhan.

dan nilai-nilai atau hikmah yang bisa kita ambil adalah :

1. Agar kita tetap bersyukur dengan apapun keadaan yang menimpa kita karena Tuhan Sayang pada kita, Tuhan pasti akan meberikan jalan dan solusi yang terbaik buat kita bahkan tanpa kita menyadarinya.
2. Selalu optimis, karena dalam keadaan apapun kalo kita percaya pada diri sendiri dan pada Tuhan, sifat dasar kita untuk “survive” akan membantu kita untuk menyesuaikan diri.

Tulisan ini aku buat untukku pribadi sebagai pengingat bagiku untuk bersyukur, semoga tulisan ini juga bisa bermanfaat buat semua yang membacanya..

  1. NoY says:

    ngkuk tak lanjut mocone… saiki moleh sekk hahaKz…

  2. mBLo says:

    Waduhh….spam’e mantabs GaN!!

  3. Yudha says:

    numpang moco, gan!

  4. sebuah bacaan yang menurut saya menumbuhkan motivasi (patut dadi kyai wes pak)

  5. bayem says:

    walah… sek adoh soko kriteria minimale..
    dadi opo onone wae lah..hahaha